Just another WordPress.com site

Latest

Minuman Apa Saja Yang Baik Untuk Kesehatan ?

Ayo mulai ajak diri kita menjaga kesehatan tubuh. Karena tubuh yang sehat di jaman dan di saat ini sangat mahal. bener toh??. Mulai dari perawatan diri yang murah dan mudah kita lakukan. Mulai mengumpulkan resep minuman kesehatan hehehhee…..Hampir semua orang tahu bahwa rajin mengonsumsi air putih bisa berikan manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Namun selain air putih, ada lima minuman lain yang juga bisa membantu menjaga metabolisme tubuh. Apa saja?

Seperti yang dikutip dari lifemojo, minuman seperti minuman bersoda, minuman ringan atau jus kemasan memang memiliki rasa yang nikmat namun berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaiknya, biasakan untuk lebih sering mengonsumsi enam minuman sehat seperti dibawah ini.

1. Air putih
Manfaat air putih sudah banyak diketahui oleh hampir semua orang. Tidak hanya untuk bermanfaat untuk kecantikan, air putih juga dapat membantu fungsi otak, ginjal, hati dan mempercepat metabolisme. Bahkan meminum air putih sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan karena bisa menekan nafsu makan.

2. Kopi
Kopi juga merupakan minuman yang sehat bagi tubuh apabila dikonsumsi tidak berlebihan, kurang lebih dua gelas sehari. Kafein yang terdapat pada kopi dapat meningkatkan kewaspadaan dan juga menjaga tubuh dari penyakit jantung, kanker usus, Parkinson dan Alzheimer.

Penelitian terakhir juga menunjukkan bahwa kadar kafein yang sesuai dapat mengurangi rasa nyeri pada otot, hingga 48 persen, terutama setelah latihan beban. Sehingga banyak atlet yang minum kopi untuk menghilangkan rasa nyeri pada otot tersebut.

3. Susu
Kandungan kalsium pada susu tidak hanya dapat memperkuat tulang tetapi juga berkontribusi terhadap hilangnya lemak yang tersimpan dalam sel-sel lemak dalam tubuh. Pilihlah susu tanpa lemak agar berat badan Anda tidak bertambah.

4. Teh hijau
Teh hijau kaya akan mineral dan antioksidan yang bermanfaat untuk metabolisme tubuh, menenangkan pikiran dan mengontrol diabetes. Flavonoid dan polifenol yang terkandung dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, sedangkan catechin dapat menghilangkan kantuk serta hilangkan stres.

5. Jus sayur dan buah
Hindari untuk mengonsumsi jus kemasan yang dijual di supermarket karena kebanyakan mengandung banyak gula dan pengawet. Jus sendiri buah dan sayur Anda untuk dapatkan vitamin yang lebih maksimal, selain itu Anda juga bisa menyampur berbagai macam buah pilihan Anda.

6. Lemon
Buah sitrus yang kaya akan vitamin C ini dapat memperkuat kekebalan tubuh dan meningkatkan energi apabila dikonsumsi di pagi hari. Agar terasa lebih segar, perasan lemon dapat dicampur dengan soda tanpa rasa dan sedikit garam.

sumber:

http://oneminuteonline.wordpress.com.

EKSISTENSI UPACARA SAPARAN “YAQOWIYYU” DI DESA JATINOM, KEC. JATINOM, KAB. KLATEN, JAWA TENGAH

oleh: Nur’aini Mulyaningsih

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saparan merupakan upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa pada umumnya dan masyarakat Jatinom khususnya. Upacara Saparan di desa Jatinom terkenal dengan nama Yaqowiyyu. Banyaknya nilai kebudayaan dan religi yang terkandung dalam upacara ini menjadi alasan utama dalam penelitian ini.
Upacara Saparan merupakan ritual rakyat yang dianggap suci oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jatinom, Klaten. Masyarakat percaya bila upacara Saparan dilaksanakan akan membawa kebaikan dan bila tidak, mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Apabila dipandang dari sudut budaya, akan ditemukan berbagai tradisi yang mengandung makna filosofi tinggi. Tradisi untuk menyebar apem mempunyai nilai yang berbeda dengan upacara Saparan di daerah lain. Filosofi dari sudut religi adalah kata apem berasal dari bahasa Arab “afwun” yang bermaksud sebagai saling maaf memaafkan satu sama lain.
Tradisi ini juga menambah keimanan dan mutu keagamaan masyarakat. Upacara ini selalu dikaitkan dengan tradisi ziarah makam Ki Ageng Gribig yang dimaksud untuk mendoakannya dan untuk mendoakan saudara-saudara yang telah meninggal agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
Sampai saat ini upacara Saparan masih eksis diperingati oleh masyarakat Jatinom dan sekitarnya disetiap tahunnya.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah sejarah/asal mula munculnya uapcara Saparan ?
2. Bagaimanakah pelaksananan ritual-ritual upacara Saparan?
3. Seberapa penting perayaan upacara Saparan bagi masyarakat Jatinom?
4. Apakah ada keyakinan-keyakinan/kepercayaan yang melekat pada ritual upacara Saparan?

C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui sejarah/asal mula munculnya upacara Saparan.
2. Untuk mengetahui pelaksananan ritual-ritual upacara Saparan.
3. Untuk mengetahui pentingnya perayaan upacara Saparan bagi masyarakat Jatinom.
4. Untuk mengetahui keyakinan-keyakinan/kepercayaan yang melekat pada ritual upacara Saparan

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kajian Teori
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat, bukan karakter individual. Semua yang dipelajari dalam kehidupan sosial dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan kebudayaan. Menurut Ralph Linton, kebudayaan adalah warisan sosial dari anggota-anggota suatu masyarakat. M.J. Herskovits memandang bahwa budaya sebagai sesuatu yang superorganic karena bersifat turun-temurun meskipun masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan oleh kematian dan kelahiran.
Saparan merupakan upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa umumnya dan masyarakat Jatinom khususnya. Dianamakan Saparan karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar. Bila menggunakan kebudayaan menurut Ralph Linton dan M.J. Herskovits, Saparan merupakan suatu wujud kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat dan sampai sekarang bersifat turun-temurun.
Menurut Pengelola dan Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KAG) Jatinom, Klaten, Saparan merupakan ritual tahunan yang diperingati untuk melestarikan budaya turun-temurun dari leluhurnya yaitu Ki Ageng Gribig. Upacara Saparan di desa Jatinom terkenal dengan nama “Yaqowiyyu”. Kata Yaqowiyyu berasal dari do’a yang diucapkan oleh Ki Ageng Gribig saat memberikan kue apem kepada masyarakat. Yaqowiyyu artinya Tuhan Yang Maha Kuasa dan Perkasa. Do’a ini ditujukan agar orang-orang muslim mendapat kekuatan dalam menjalani kehidupan dan diberi rizki. Sedangkan kata apem berasal dari kata “afwun” yang artinya “maaf”. Kata ini berasal dari Bahasa Arab. Maksud dari kata ini adalah hendaknya antara satu orang dengan yang lain senantiasa saling memaafkan. Upacara ritual ini terkenal dengan sebaran apem.
Jika menggunakan konsep kebudayaan menurut Koentjaraningrat, kebudayaan yang ada di desa Jatinom adalah hasil dari ide atau gagasan maryarakat untuk meneruskan apa yang dilakukan Ki Ageng Gribig. Hal itu diikuti dengan rasa percaya tinggi. Maka ditindak lanjuti dengan menciptakan penyebaran kue apem yang dahulu dilakukan oleh Ki Ageng Gribig dengan membagikan kepada masyarakat usia sholat Jumat. Kebudayaan ini merupakan milik dari masyarakat Jatinom karena di kota lain tidak seperti ini. Meskipun ada upacara Saparan di daerah lain seperti Pengging, Boyolali dan Wonolelo, Sleman, Yogyakarta tetapi upacara Saparan di Jatinom, Klaten berbeda dengan di dua daerah tersebut.

B. Hasil Pengamatan
1. Sejarah/Asal Mula Munculnya Upacara Saparan
Konon menurut sejarah, suatu hari di bulan Sapar, Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya, raja dari kerajaan Majapahit kembali dari perjalanannya ke tanah suci ia membawa oleh-oleh 3 buah penganan dari sana. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tak memadai, bersama sang istri iapun membuat kue sejenis. Kue-kue inilah yang kemudian disebarkan kepada penduduk setempat yang berebutan mendapatkannya sambil menyebarkan kue-kue ini iapun meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan”
Penganan ini kemudian dikenal dengan nama apem saduran Bahasa Arab “afwun” yang bermakna ampunan, tujuannya agar masyarakat selalu memohon ampunan kepada sang pencipta.
Sejak saat itu, tepatnya sejak tahun 1637 Ki Ageng Gribig selalu melakukan hal ini, iapun mengamanatkan kepada masyarakat Jatinom saat itu, agar di setiap bulan Sapar memasak sesuatu untuk disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan, amanat inilah yang menjadi tradisi hingga kini di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah yang dikenal dengan “Yaqowiyyu”.

2. Pelaksananan Ritual-Ritual Upacara Saparan.
Persiapan pelaksanaan upacara Saparan “Yaqowiyyu” dilaksanakan satu bulan sebelum perayaan Saparan. Diawali dengan pembentukan panitia khusus yaitu Pengelola dan Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig Jatinom yang bekerjasama dengan instansi pihak terkait. Persiapan matang dari panitia terlihat pada satu minggu terakhir sebelum upacara penyebaran apem.
Upacara Saparan “Yaqowiyyu” dilaksanakan satu tahun sekali dalam kalender Jawa yaitu pada bulan Sapar pada hari Jumat. Dilaksanakan pada hari Jumat karena Ki Ageng Gribig juga melaksanakannya pada hari Jumat. Puncak acara ritual Saparan “Yaqowiyyu” adalah pada saat penyebaran apem usai sholat Jumat, dimulai jam 12.30 sampai denagn jam 14.30 WIB.
Tempat-tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Saparan “Yaqowiyyu” antara lain halaman Masjid Besar Jatinom untuk penyerahan gunungan apem dari Muspida kepada pengurus masjid. Gunungan apem kemudian dibawa ke kantor kecamatan untuk acara pembukaan upacara. Dua hal ini dilakukan 7 hari sebelum penyebaran apem.
Upacara kedua adalah penyerahan kembali gunungan apem ke Masjid Besar Jatinom untuk disemayamkan dua hari sebelum acara inti.
Upacara ketiga atau upacara inti bertempat di sendang Klampeyan. Tempat yang digunakan Ki Ageng Gribig berdiskusi bersama muridnya tentang masalah fiqih. Setelah sholat Jumat selesai gunungan apem siap untuk dibawa ke sendang Klampeyan diiringi pemeran tokoh Ki Ageng Gribig, istrinya, para sahabat dan muri-muridnya. Di sendang Klampeyan lah tempat penyebaran apem dilaksanakan setelah dido’akan. Lokasi sendang Klampeyan adalah di bawah pekarangan Masjid Besar Jatinom, dekat dengan sungai kecil. Apem disebar dari menara kandang apem. (Denah upacara serah terima gunungan apem terlampir)
Ada pula acara-acara yang menyertai upacara Saparan ini antara lain acara ziarah ke makam Ki Ageng Gribig pada malam setelah pemotongan tumpeng, acara pembacaan Al-Qur’an dan tahlil pada malam sebelum penyebaran apem, dan yang tidak dilupakan adalah acara untuk membersihkan lingkungan makam dan daerah kampung, dilaksanakan 7 hari sebelum penyebaran apem.
Apem merupakan perlengkapan inti pada upacara Saparan “Yaqowiyyu” di Jatinom. Pada mulanya apem tidak dibentuk seperti saat ini. Pada masa Ki Ageng Gribig apem hanya dibagikan seperti biasa. Namun seiring berkembangnya zaman dan waktu apem ditempatkan pada panjang ilang yang terbuat dari janur (daun pohon kelapa yang masih muda) dan pada jodang yaitu tempat makanan yang terbuat dari kayu dan diukir. Pada saat ini jodang yang dulunya digunakan untuk tempat apem sekarang digunakan untuk kenduri yang dilaksanakan oleh mayarakat. Saat ini apem siletakkan pada tandu.
Penggunaan panjang ilang tidak berhenti, namun dibuat lebih kecil sebagai pengantar dua gunungan apem menuju sendang Klampeyan. Kedua gunungan apem desemayamkan di pendopo utara Masjid Besar, sedangkan apem yang ditaruh di dalam panjang ilang disemayamkan di makam Ki Ageng Gribig.
Apem dibentuk menyerupai gunung sehingga disebut gunungan. Ada dua gunungan yang biasa disebut sebagai gunungan lanang dan gunungan wadon. Hal ini menyimbolkan Ki Ageng Gribing dan Nyi Ageng Gribig. Apem juga pernah berbentuk singa betina yang disebut Nyau Kopek dan ular betina yang disebut Nyai Kasur. Konon keduanya adalah binatang kesayangan Ki Ageng Gribig. Bentuk-bentuk apem yang terus berkembang ini hanya untuk menembah semarak dan meriahnya upacara ini.
Apem yang dulunya dibuat oleh istri Ki Ageng Gribig, kini apem dibuat oleh masyarakat. Apem yang dibutuhkan sangat banyak hingga mendapat kiriman dari berbagai daerah yang masih termasuk ahli waris dari Ki Ageng Gribig. Apem dikirim dari berbagai daerah seperti Tumenggung, Demak, magelang, Pati, Yogyakarta dan Solo. Apem yang diperlukan pada upacara Saparan ini mencapai sekitar 4,5 ton kue apem atau sekitar 38 ribu kue apem. Penyusunan gunungan apem itu juga ada artinya, apem disusun menurun seperti sate 4-2-4-4-3 maksudnya jumlah rakaat dalam shalat isya, subuh, zuhur, ashar dan magrib. Mereka (warga yang membawa apem tersebut) membawa pulang sepasang kue apem sebagai oleh-oleh.
Perlengkapan lainnya adalah pakaian adat Solo-Yogya yang digunakan untuk memerankan tokoh Ki Ageng Gribig, Nyi Ageng Gribig dan pager ayu yang terdiri dari para sahabat, dan murid-muridnya. Tidak semua orang memakai pakaian itu, hanya orang-orang tertentu yang telah ditunjuk sebagai pemeran yang memakainya.
Adapula ingkung dan tumpeng yang melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Jatinom. Miniatur Masjid Alit yang dipercaya sebagai dalem Ki Ageng Gribig dan sebagai tempat pertama kali Ki Ageng Gribig menyebarkan agama Islam.

3. Pentingnya Perayaan Upacara Saparan Bagi Masyarakat Jatinom
Upacara Saparan “Yaqowiyyu” sangat penting bagi masyarakat Jatinom. Upacara ini bersifat sangat religius untuk mengenang jasa Ki Ageng Gribig yang telah membangun desa Jatinom sekaligus menyebarkan agama Islam disana. Upacara ini juga mempunyai nilai filosofi yang tinggi yaitu ajaran agar kita saling memaafkan. Ajaran ini diambil dari kata yang berasal dari Bahasa Arab “afwun” yang menjadi kata apem.
Hal yang lebih penting dari perayaan ini bagi masyarakat Jatinom adalah melestarikan dan meluruskan sejarah yang sebenarnya. Sejarah mengenai Ki Ageng Gribig mempunyai beberapa versi yang kemungkinan ada penyelewengan sejarah. Selain itu upacara Saparan diadakan agar tradisi ini tetap berjalan turun-temurun lintas generasi, sehingga tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Upacara saparan “Yaqowiyyu” merupakan tradisi atau adat kebiasaan yang berlaku sehingga masyarakat mempunyai kepercayaan yang kuat dan tidak berani untuk meninggalkannya. Upacara Saparan “Yaqowiyyu” juga dianggap membawa berkah bagi masyarakat. Tak heran jika masyarakat memperebutkan apem yang disebarkan di sendang Klampeyan tersebut. Alasan lain yang mendukung upacara ini tetap dilaksanakan yaitu adanya dorongan dari pemerintah daerah Klaten, dianggap menguntungkan karena adanya pemasukan kas.
Alasan-alasan tersebut merupakan alasan warga tentang pentingnya perayaan upacara saparan bagi masyarakat Jatinom.

4. Keyakinan-Keyakinan/Kepercayaan yang Melekat pada Ritual Upacara Saparan
Upacara Saparan “Yaqowiyyu” adalah upacara yang berinti memberi do’a. Do’a awalnya dari Ki Ageng Gribig yang memohon kepada Allah agar memberikan kekuatan kepada santrinya dan kepada masyarakat. Do’a itu dilantunkan pada saat sebelum penyebaran apem dimulai. Kata “Yaqowiyyu” dalam do’a ini yang digunakan untuk menyebut acara ini. Upacara ini mempunyai dampak menyebarnya agama Islam di desa Jatinom.
Berbeda dengan sudut religi dalam pandangan santri, nilai religi bagi masyarakat Kejawen adalah kekramatan tempat-tempat peninggalan atau petilasan Ki Ageng Gribig. Mereka percaya bahwa Ki Ageng Gribig sakti maka mereka bersemedi di makammnya atau di tempat peninggalannya dengan harapan dapat membawa berkah. Cara bersemedi dengan membakar kemenyan dan melantunkan do’a yang menjadi keinginannya sert menabur bunga di makam Ki ageng Gribig.
Bagi masyarakat Kejawen adanya kepercayaan dan anggapan adanya berkah dari perebutan apem yang disebarkan merupakan nilai yang paling penting. Tak heran jika mereka merebut apem semampunya dan bahkan ada yang memungut bagian-bagian kecil dari apem yang disebarkan.
Mereka mempunyai kepercayaan bahwa kue apem yang disebarkan dan dilantunkan do’a sebelum penyebarannya pasti bertuah. Mereka datang dengan tujuan tertentu saat akan merebut kue apem, tujuan mereka misalnya:
a. Para petani merebut kue apem dengan tujuan akan dijadikan tumbal pada sawah ladang mereka agar sawah ladang mereka subur dan jauh dari gangguan hama.
b. Apem digunakan sebagai penjaga rumah. Warga melakukannya dengan cara menggantungkan kue apem tersebut pada pintu rumah. Hal ini dilakukan agar terhindar dari perbuatan jahat.
c. Pedagang menggunakan apem sebagai pelaris dan agar terhindar dari kerugian.
d. Pelajar yang masih mempercayai adanya hal bertuah menggunakan apem sebagai pelancar dalam belajar.
Masyarakat yang mendapat banyak apem pada saat perebutan biasanya akan mengadakan pertunjukan wayang kulit atau pertunjukan lainnya, sehingga menambah keramaian kota.
Sapar termasuk salah satu bulan yang dirayakan oleh umat Islam di Indonesia. Al-Qur’an memang tidak mengharuskan umatnya untuk merayakan bulan itu, namun orang-orang orang-orang Indonesia melaksanakan upacara peringatan agama merupakan unsur ungkapan terima kasih atau rasa syukur. Hal ini juga merupakan tujuan dari upacara Saparan “Yaqowiyyu”.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa,
1. Saparan merupakan upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa pada umumnya dan masyarakat Jatinom khususnya. Upacara Saparan di desa Jatinom terkenal dengan nama Yaqowiyyu.
2. Menurut Pengelola dan Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KAG) Jatinom, Klaten, Saparan merupakan ritual tahunan yang diperingati untuk melestarikan budaya turun-temurun dari leluhurnya yaitu Ki Ageng Gribig.
3. Sejarah/asal mula munculnya saparan yaitu dimulai ketika Ki Ageng Gribig pulang dari Mekah membawa oleh-oleh berupa kue apem. Sayangnya saat akan dibagikan kepada penduduk, jumlahnya tak memadai, bersama sang istri iapun membuat kue sejenis. Kue-kue inilah yang kemudian disebarkan kepada penduduk setempat yang berebutan mendapatkannya sambil menyebarkan kue-kue ini iapun meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan”.
4. Upacara saparan “Yaqowiyyu” merupakan tradisi atau adat kebiasaan yang berlaku sehingga masyarakat mempunyai kepercayaan yang kuat dan tidak berani untuk meninggalkannya. Upacara Saparan “Yaqowiyyu” juga dianggap membawa berkah bagi masyarakat. Tak heran jika masyarakat memperebutkan apem yang disebarkan di sendang Klampeyan.

B. Saran
Saran-saran yang dapat disampaikan peneliti antara lain:
1. Upacara Saparan “Yaqowiyyu” hendaknya terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak luntur dan mati, akibatnya generasi penerus kita tidak akan mengenal upacara Saparan “Yaqowiyyu”.
2. Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten hendaknya lebih memperhatikan lagi perbaikan sarana dan prasarana untuk melangsungkan Upacara Saparan “Yaqowiyyu”, agar para pengiunjung nyaman dalam mengikuti acara ini.
3. Keberhasilan Upacara Saparan “Yaqowiyyu” serta kebudayaan lain yang ada di Jatinom hendaknya agar dapat dilestarikan dan difungsikan sebagai obyek wisata.

DAFTAR PUSTAKA

Idianto. M. 2004. Sosiologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Indah Sri Rahayu. 2005. “Upacara saparan “Yaqowiyyu” (Sudut Kebudayaan dan Religi) di Desa Jatinom, Kec. Jatinom, Kab. Klaten, Jawa Tengah”. Tugas Akhir Semester I. Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret.

P3KAG. 2008. Perayaan Tradisionil Yaqowiyyu Jatinom Klaten.
Anonim. Upacara YaQowiyyu Sebar 4,5 Ton Kue Apem. (online). http//oase.kompas.com. Diakses tanggal 2 januari 2011.
Anonim. Berebut Apem Yaqowiyu. (online). http//tonosolo.multiply.com/journal/. Diakses tanggal 2 Januari 2011
klatenonline.com/klaten/saparan-jatinom. Diakses tanggal 30 Desember 2010.
http://www.trulyjogja.com. Diakses tanggal 30 Desember 2010.

LAMPIRAN

SUMBER INFORMAN

Nama : Bp. Panji Supardi
Usia : 57 tahun
Alamat : Suran Rt 04/III, Jatinom, Kec. Jatinom,
Kab. Klaten
Pekerjaan : Wiraswasta
Kedudukan : Ketua RT dan Ketua Pelaksana Harian Makam
Ki Ageng Gribig.

BATANG NAPIER ELEKTRIK

A. DESKRIPSI ALAT PERAGA.

Alat peraga ini berjudul Batang Napier Elektrik yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 100cm x 80cm. Alat ini digunakan dengan bantuan tenaga listrik yang dilengkapi dengan saklar dari indeks vertikal dan indeks horizontal, sehingga kami menggunakan warna lampu yang berbeda yaitu merah untuk lampu vertikal dan biru untuk lampu horizontal. Warna Background dari alat peraga Batang Napier ini adalah putih, karena memungkinkan untuk memperjelas pancaran dari nyala lampu. Dilihat dari depan nampak sebuah persegi panjang yang terdiri dari beberapa persegi dimana tiap persegi tersebut terdapat diagonal, dan ditiap diagonal terdapat dua buah lampu dengan warna yang berbeda sebagai lampu dari indeks vertikal dan lampu dari indeks horizontal. Dilihat dari belakang, nampak papan sebagai penutup rangkaian listrik.

Merupakan proposal workshop pembelajaran anda dapat memebaca selengkapnya atau download disini:

Kesehatan – Obat-obatan Alami dalam Al Qur’an dan As Sunnah

MADU

Allah Ta’ala berfirman,”Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang  memikirkan” (QS. An Nahl : 69)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu dalam pisau pembekam, meminumkan madu, pengobatan dengan besi panas (kayy).  Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas” (HR. al Bukhari no. 5681)

Dalam sebuah riwayat lain disebutkan,”Alaykum bisy syifaa-ayna al ‘asali wal qur-aani” yang artinya “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, madu dan al Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan al Hakim dalam Shahih-nya, beliau berkata, Hadits ini shahih sesuai dengan sistem periwayatan al Bukhari dan Muslim, dan disetujui oleh adz Dzahabi.  Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu secara marfu’)

Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah mengatakan, “Madu memiliki banyak khasiat.  Madu dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada usus, pembuluh darah, dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dikonsumsi atau dioleskan, sangat bermanfaat untuk lanjut usia dan mereka memiliki keluhan pada dahak atau yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin” (Metode Pengobatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 42-43)

Manfaat dari Madu:

Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan serta menghambat bakteri yang merugikan.

Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Membantu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung.

baca selengkapnya…

HealthTopics

Kesehatan Otak Mempengaruhi Seksualitas

Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Stres, rasa cemas, trauma, dan kurangnya asupan gizi pada otak merupakan salah satu pemicu kondisi di mana kemudian otak mengirimkan signal pada tubuh manusia sehingga merasa enggan atau menolak kegiatan seksual.

“Organ seksual pada tubuh itu sebenarnya yang paling penting bukan alat genital, tetapi otak. Karena itu otak harus dijaga kesehatannya,” ujar Androloh Rumah Sakit Pertamina Pusat Anita Gunawan dalam Seminar Kesehatan bertema, “Libido dan Smart Sex” di Jakarta, Minggu (15/02).

Upaya selalu berpikir positif, asupan gizi yang cukup dan berolahraga adalah cara untuk menjaga kesehatan otak. Selain itu, kejiwaan seseorang jug amerupakan elemen yang penting di dalam rantai kegiatan seksual seseorang. Beban kesibukan pekerjaan, kemacetan, ekonomi, serta komunikasi yang buruk antara pasangan suami-istri (pasutri) adalah beberapa penyebab sakitnya psikis atau mental. Pada kondisi ini, otak menjadi tidak sehat dan mempengaruhi seluruh organ tubuh, khususnya organ reproduksi.

Jika terjadi permasalah pada kondisi kejiwaan seseorang, baik stree mental maupun fisik yang tidak segera ditangani, maka dapat berakibat pada terjadinya disfungsi seksual. pada pria gangguannya berupa disfungsi ereksi, disfungsi libido, ejakulasi dini, dan impoten. Sedangkan pada wanita dapat berupa trauma,  rasa sakit ketika berhubungan seksual, bahkan sulitnya memiliki keturunan.

Komunikasi
“Untuk pasutri sesungguhnya hal sepele sekalipun harus dikomunikasikan. Komunikasi yang baik dapat menjadi obat yang mujarab lho,” kata Anita. Komunikasi yang dimaksud antara lain mengenai puas-tidaknya hubungan seksual antara pasutri tersebut, apa yang diinginkan atau tidak, atau bahkan hal-hal di luar hubungan mereka seperti kegiatan di kantor maupun kehidupan social.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika pada pria permasalahan mengenai ukuran kemaluan kerap menjadi isu sehingga beberapa pria memutuskan untuk mencoba memperbesar ukuran kemaluan mereka, baik dengan ke dokter maupun cara alternative sesungguhnya hal tersebut tidak benar.

Alat genital pria tidak dapat diubah ukurannya setelah mereka melewati masa pubertas, yakni sekitar sebelum usia 14 tahun. Anita membenarkan bahwa obesitas pada anak menjadi factor penting. Anak laki-laki yang mengalami kelebihan berat badan umumnya memiliki lemak yang berlebih sehingga menarik alat kemaluan mereka ke dalam. Karena itu alangkah lebih baik untuk para ibu yang peduli mengenai hal ini, memperhatikan konsumsi makanan si anak.

“Namun jika ternyata upaya mengatur berat tubuh tersebut tidak berhasil, dan setelah diperiksa lebih lanjut memang memiliki masalah ukuran (mikro penis) dapat dilakukan dengan menyuntikkan hormone testosterone dosis terbatas. Sekali lagi, sebelum si anak melewati masa pubertas,” katanya.

http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/07/13/1503142/kesehatan-otak-mempengaruhi-seksualitas.

Perkembangan Sosiologi Pendidikan

A.Latar Belakang

Sejarah Perkembangan Sosiologi Pendidikan

Sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya , kenyataan sosial menunjukkan suatu perubahan yang terjadi begitu cepat dalam masyarakat. Perubahan sosial yang cepat tersebut terjadi di abad ke-19, sebagai akibat revolusi industri di Inggris. Akibat perubahan tersebut menurut Mc Kee (dalam Faisal, tanpa tahun) menyebabkan terjadinya apa yang dinamakian keterkejutan intelektual kelompok cerdik pandai yang salah satu diantaranya adalah para sosiolog.

Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Sosiologi berasal dari kata “socius” yang berarti kawan atau teman dan “logis” yang berarti ilmu. Secara harfiah sosiologi dapat dimaknai sebagai ilmu tentang perkawanan atau pertemanan. Istilah sosiologi diperkenalkan pertama kali oleh August Comte (1798-1857) pada abad ke-19. istilah ini dipublikasikan melalui tulisannya yang berjudul “Cours de Philosophie Positive”.

 

Untuk membaca makalah ini Download disini:

Bekam atau Hijamah

Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

baca selengkapnya…

Sumber: Wikipedia

http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/03/16/kesehatan-bekamal-hijamah/#more-1975.

Puasa dan Kesehatan

Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.

Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :

* Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
* Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
* Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
* Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
* Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
* Meningkatkan fungsi organ tubuh

Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.

Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung pada saat puasa.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.

1.MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain

2.KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.

3.JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain

4.TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.

5.KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.

6.Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung

7.KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.

8.KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

9.Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

10.CENGKEH (Eugenia aromatica)
Khasiat : untuk sakit lambung, muntah karena lambung dingin, mual, kembung.

Manfaat psikososial

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengn starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan muhjizat dalam kesehatan manusia.

Sumber: hembing

http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/01/muhjizat-puasa-dalam-tinjauan-perspektif-medis-modern/.

http://www.kammisumut.or.id/puasa-dan-kesehatan.

 

Lupus

Mungkin kita sering atau pernah mendengar istilah penyakit Lupus, tapi kita sendiri tidak tahu persis penyakit Lupus itu apa? Dan seringkali kita tidak peduli dan tidak mau tahu, meskipun kita tidak mengetahuinya.
Mungkin karena kita beranggapan bahwa kita merasa sehat dan tidak perlu tahu soal itu. Nah melihat realitas seperti ini, saya tergerak untuk mencoba menulis tentang penyakit ini, sebagai pelengkap seri kesehatan lainnya yang pernah saya tulis, dengan harapan memberi pengetahuan, wawasan, dan manfaat buat kita semua. Terlebih di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah ini.

Penyakit Lupus sebenarnya telah dikenal seabad lalu. Waktu itu diduga akibat gigitan anjing hutan. Oleh karena itu disebut Lupus yang berarti anjing hutan (bahasa Latin). Gejala yang muncul pada penderita lupus, bermacam-macam, tergantung sistem tubuh yang terkena lupus. Namun, gejala umumnya adalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, dan pegal-pegal otot.

Penyakit Lupus biasanya menyerang wanita produktif. Meski kulit wajah penderita Lupus dan sebagian tubuh lainnya muncul bercak-bercak merah, tetapi penyakit ini tidak menular. Terkadang kita meremehkan rasa nyeri pada persendian, seluruh organ tubuh terasa sakit atau terjadi kelainan pada kulit, atau tubuh merasa kelelahan berkepanjangan serta sensitif terhadap sinar matahari. Semua itu merupakan sebagian dari gejala penyakit Lupus.

Faktor yang diduga sangat berperan terserang penyakit Lupus adalah faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus. Oleh karena itu, bagi para penderita Lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Dan saat bepergian, penderita memakai sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang akan terpapar.

Penyakit lupus adalah penyakit inflamasi kronik yang diperantarai oleh sistim imun, dimana seharusnya sistim ini melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru sebaliknya menyerang tubuh itu sendiri. Penyakit Lupus terjadi akibat produksi antibodi berlebihan. Antibodi tersebut bukannya menyerang virus, kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Untuk mendiagnosis penyakit ini dengan pasti, diperlukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit. Keduanya untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul ketika lupus sedang aktif.

Ada tiga jenis lupus,yaitu :
1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.

2. Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.

3. Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).

Saat ini sudah ada obat baru yang disebut Lymphostat-B, yang berfungsi menghambat protein yang menstimulasi limfosit B (BLyS= B lymphocyte stimulator). Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Jadi dapat memulihkan aktivitas auto-imun menjadi normal, kemudian menghambat aktivitas protein tersebut sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Berkurangnya produksi antibodi menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol. Saat ini, ada sekitar 5 juta pasien lupus di seluruh dunia dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 pasien baru, baik usia anak, dewasa, laki-laki, dan perempuan.

Di Jawa Barat jumlah penderita lupus terdata mencapai 700 orang. Setiap bulan misalnya di RSHS selalu ada 10 pasien lupus baru. Nah jadi kalau data di Jawa Barat seperti ini, artinya kita perlu meningkatkan kehati-hatian bersama. Salah satu obat yang gampang diperoleh dengan biaya murah yang kita kenal saat ini adalah Mahkota Dewa.

Oleh : Dede Farhan Aulawi

IMUNOLOGI

PENDAHULUAN

Imunologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang semua mekanisme imunitas yaitu mekanisme fisiologis yang membantu mengenali materi asing (non self), berinteraksi, menetralkan dan mengeliminasi dengan berbagai cara.

Saat materi asing memasuki tubuh maka tubuh memunculkan respon, yaitu respon imunitas. Respon imunitas ada yang spesifik (dilakukan secara selektif oleh limfosit T dan B) dan respon non spesifik (dilakukan berbagai komponen imun baik imun permukaan atau komponen lain di dalam darah/serum).

baca selengkapnya…